Menjaga kesehatan mental pelajar
Nilai rapor penting, tetapi bukan satu-satunya ukuran manusia. Siswa SMA menghadapi perubahan tubuh, harapan keluarga, dan tekanan teman. Kesehatan mental sama nyatanya dengan demam atau luka.
Tanda perlu istirahat atau bantuan
- Sulit tidur atau tidur berlebihan dalam waktu lama.
- Hilang minat pada hal yang biasanya disukai.
- Mudah marah, menangis, atau menarik diri dari teman.
- Pikiran bahwa diri tidak berharga.
Kebiasaan yang menolong
Tidur cukup, bergerak di lapangan, berbicara dengan orang dewasa yang dipercaya, dan membatasi gawai larut malam membantu menstabilkan suasana hati. Ibadah dan kegiatan seni juga menjadi saluran emosi yang sehat.
Tidak perlu sendirian
Guru BK, orang tua, pemuka agama, dan teman baik dapat menjadi tempat bercerita. Meminta bantuan adalah tindakan berani, bukan kelemahan.
Sekolah yang berkarakter menjaga siswanya utuh: pikiran, tubuh, dan hati.