Beranda / Berita / Budaya

Budaya · 20 Agustus 2026 · SMA Negeri 1 Aifat

Noken, warisan budaya Papua

Noken adalah tas jaring yang dibuat dari serat pohon, daun, atau benang, lalu dipakai dengan cara digantung di kepala. Pada 2012, UNESCO menetapkan noken sebagai Warisan Budaya Takbenda yang memerlukan perlindungan mendesak. Bagi masyarakat Papua, noken lebih dari tas. Ia adalah identitas, kerja tangan, dan cara membawa kehidupan.

Fungsi noken dalam kehidupan

Noken dipakai membawa hasil kebun, kayu bakar, bahkan bayi. Dalam upacara, noken menjadi tanda penghormatan. Cara membuatnya diajarkan dari ibu ke anak, sehingga keterampilan menganyam menjadi sekolah informal yang sudah ada sebelum ada gedung kelas.

Nilai yang bisa dipelajari siswa

Ketelitian anyaman mengajarkan kesabaran. Bahan alam mengajarkan kita tidak perlu selalu membeli barang pabrik. Membawa noken di acara sekolah adalah cara sederhana merawat jati diri di tengah arus modern.

Menjaga agar tidak hilang

  • Mengenal jenis noken di kampung masing-masing.
  • Mengundang pengrajin untuk lokakarya singkat di sekolah.
  • Tidak meniru motif sakral secara sembarangan untuk diperjualbelikan.
  • Menulis cerita nenek atau mama tentang cara membuat noken.

Budaya hidup jika dipraktikkan. SMA Negeri 1 Aifat dapat menjadi ruang di mana siswa bangga memakai, membuat, dan menjelaskan noken kepada teman dari daerah lain.