Beranda / Berita / Sains

Sains · 18 Agustus 2026 · SMA Negeri 1 Aifat

Mengapa langit berwarna biru?

Setiap pagi di halaman SMA Negeri 1 Aifat, langit tampak biru. Warna itu bukan cat di angkasa, melainkan hasil interaksi cahaya matahari dengan atmosfer bumi.

Cahaya putih yang tersusun banyak warna

Cahaya matahari tampak putih, tetapi sebenarnya terdiri dari spektrum: ungu, biru, hijau, kuning, jingga, dan merah. Masing-masing punya panjang gelombang berbeda. Biru lebih pendek daripada merah.

Hamburan Rayleigh

Saat cahaya masuk ke atmosfer, molekul udara menghamburkan gelombang pendek lebih kuat. Itulah hamburan Rayleigh. Karena biru dihamburkan ke segala arah, mata kita melihat langit berwarna biru pada siang hari.

Mengapa senja jingga?

Menjelang matahari terbenam, cahaya menempuh jalur lebih panjang di atmosfer. Cahaya biru sudah tersebar habis. Yang tersisa adalah gelombang panjang: kuning, jingga, dan merah. Itulah sebabnya langit sore di atas hutan Maybrat sering berwarna keemasan.

Pertanyaan sederhana tentang warna langit membuka pintu ke optik, fisika gelombang, dan pengamatan alam. Mencatat warna langit setiap jam istirahat bisa menjadi praktikum sains tanpa laboratorium mahal.