Keanekaragaman hayati Papua
Pulau New Guinea, termasuk tanah Papua, termasuk wilayah dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Burung cenderawasih, kasuari, berbagai anggrek, dan hutan sagu hidup bersama manusia dalam relasi yang sudah tua.
Tiga tingkat keanekaragaman
Keanekaragaman hayati meliputi gen (variasi dalam satu spesies), spesies (banyak jenis makhluk), dan ekosistem (hutan, rawa, sungai, kebun). Merusak satu tingkat berimbas ke tingkat lain.
Bukan hanya satwa langka
Biodiversitas juga ada di kebun kampung: jenis keladi, pisang, dan obat tradisional. Pengetahuan mama-mama tentang tumbuhan adalah sains yang belum selalu tertulis di buku paket.
Ancaman dan tanggung jawab
Perburuan berlebih, perdagangan satwa, dan alih fungsi hutan menekan spesies. Siswa dapat mencatat jenis burung di sekitar sekolah, menolak membeli satwa liar, dan menulis laporan sederhana untuk mading biologi.
Menjaga hayati Papua berarti menjaga masa depan pangan, air, dan kebanggaan identitas.