Menjaga hutan dan sumber air Maybrat
Kabupaten Maybrat dikelilingi hutan basah, sungai, dan mata air. Bagi siswa SMA Negeri 1 Aifat, hutan bukan sekadar pemandangan dari jendela kelas. Hutan adalah tangki air alami, sumber pangan, obat tradisional, serta rumah bagi burung, mamalia, dan tumbuhan endemik Papua.
Mengapa hutan penting bagi air?
Akar pohon menahan tanah agar tidak longsor saat hujan deras. Serasah daun menahan air hujan agar meresap ke dalam tanah, lalu keluar perlahan sebagai mata air. Jika hutan dibuka secara sembarangan, hujan langsung mengalir ke sungai, membawa lumpur, dan membuat air keruh. Musim kemarau menjadi lebih kering karena cadangan air di tanah berkurang.
Ancaman yang dekat
Pembukaan lahan tanpa rencana, pembuangan sampah ke sungai, dan perburuan berlebihan merusak rantai kehidupan. Dampaknya tidak hanya pada satwa. Masyarakat kampung juga merasakan air yang semakin sulit, ikan yang berkurang, dan banjir yang lebih cepat datang.
Yang bisa dilakukan pelajar
- Tidak membuang plastik dan sisa makanan ke sungai atau selokan sekolah.
- Menanam pohon lokal di halaman rumah dan kebun sekolah.
- Belajar nama sungai, mata air, dan hutan adat di sekitar Aifat.
- Mengajak teman membuat poster literasi lingkungan di mading.
Menjaga hutan adalah bentuk cinta tanah air yang konkret. Generasi Aifat yang cerdas berkarakter menjaga alam supaya adik-adik mereka masih bisa minum air jernih dan belajar di bawah langit yang bersih.